headlines

07 Mei 2009

VIVA KOK .... KOKI NUMBER ONE ...

(Farvel - Spanyol)

Aku bingung kalau melihat suamiku betah banget berkutat di depan kompi dengan situs pertemanan yang sudah merajai seluruh dunia itu. Coba deh tanya orang-orang yang kita kenal pasti mereka rata-rata punya account di situs pertemanan itu. Tapi gak tahu kenapa kok aku gak tertarik ya sama situs itu, malah aku lebih tertarik sama KoKi. For me is KoKi number one lah.

Aku gak tau pastinya di tahun berapa aku mengenalnya, dulu..dulu sekali..aku menganggapnya gak lebih hanya untuk selingan saja, artinya kalau aku lagi buka kompi gak pernah jadi prioritas pertama untuk aku klik yah palingan kok lagi nungguin link yang jadi prioritas pertamaku loading trus aku klik deh KoKi.

Aku juga sebatas pembaca aja. Gak pernah kirim-kirim artikel atau komentar tapi setelah aku jauh dari tanah pertiwi kok sosoknya jadi berarti banget yah. Homesick ku sama tanah air bisa teratasi karenanya, karena aku jadi lebih serasa dekat selalu dengan tanah air dan aku sering ketawa ketiwi kalau baca2 komentar2 nya para KoKiers di setiap artikel. Aku jadi sering lupa waktu deh kalau sudah buka KoKi sampai-sampai suami dicuekin..gubrakkkk. Untung deh suami candu sama si situs pertemanan itu makanya kalau dia lagi sibuk sama itu situs nah aku juga sibuk sama KoKi, hehehe… sssssstttt…kita berdua sama-sama punya selingkuhan.

Begitu nyandunya aku sama KoKi kalau gak buka KoKi sehariiiiiii saja hidupku jadi gersang banget, nggak bisa tidur semalaman. Mikir terus deh tentang artikel apa ya yang kira kira tayang hari ini. Senang banget aku baca semua artikel yang ada di KoKi, kadang-kadang bikin aku harus selalu membaca berulang-ulang yah kalau yang menulis itu Harry Lukman..benar benar salut deh. Aku paling suka menulis atau mengarang. Waktu SMA dulu paling suka kalau guru bahasa Indonesia bikin PR untuk mengarang…wuih…semangat banget mengerjakannya di rumah.

Seiring waktu aku pengen banget jadi penulis handal tapi semuanya terhalang dana karena orangtua nggak punya uang untuk membiayaiku ke jenjang yang lebih tinggi. Makanya aku gak pernah pede untuk mengirimkan tulisan ke majalah majalah ibukota artikel atau cerpen yang aku tulis sendiri, karena aku yakin mana mungkin lolos seleksi karena tatanan bahasanya gak EYD, dll. Yah mau gak mau talentaku itu terpendam begitu saja.

Hingga akhirnya aku memberanikan diri juga mengirimnya ke KoKI dengan judul “Aku masih trauma dengan banjir”. Deg-deg an juga sih awalnya soalnya sudah lama banget nggak menulis (buku harian maksudnya)... Terus khawatir banget nggak bakalan dimuat sama Zev, eh tak tahunya dalam dua hari Zev memuat artikelku..(Makasih yah Zev)….wah..senaaaaaaaaang banget trus aku tunjukkan sama suami eh..besoknya dia cerita dengan bangganya kepada teman-teman kantornya..(norak amat yah). Hari itu juga dapat ucapan selamat deh melalui
telepon..wakakakaka….Aneh kan? Tapi nyata lho…

Dengan berjalannya waktu aku ikutan login deh dan mulai coba kenalan sama KoKiers eh ternyata pada baik-baik yah..senang deh. Hingga akhirnya suatu pagi aku melihat pengumuman resmi tentang dibakarnya KoKi. Aku sedih banget… terus aku gak mengerti dengan apa sebenarnya terjadi, maklum aku memang tipe yang tidak peka dengan gosip2. Waktu masa kerja di Medan saja sering ketingggalan gosip di kantor, malah gosipnya udah usang eh..akunya baru tahu…

Akhirnya aku tahu juga bocorannya dari Natya dan mbak Dewi meong.. terimakasih yah..teman. Gara-gara kalian aku jadi tahu deh. Menghilangkan kebingunganku dengan banyaknya pertanyaan dikepala ini. Suatu hari nanti jadi pengin deh untuk Kopdar pasti asyikkk.

Aku nggak habis pikir deh sama orang-orang yang tega membakar KoKi, sedih banget… tidak mengerti kenapa mereka tidak memiliki hati nurani sampai-sampai tega berbuat sebegitu kejam. Apa mereka nggak tahu kalau di 166 negara ada orang2 Indonesia yang kesepian hidup jauh dari negeri tercinta, yang notabene membutuhkan wadah untuk saling curhat, saling tukar informasi, dll. Kami sebagai perantau bukankah punya hak untuk tetap menjalin persahabatan di seluruh dunia. Bukankah di butir2 Pancasila dikatakan mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi, nah lho..?

Aku baca di majalah asal mula situs pertemanan itu bermula dari antar mahasiswa/i Harvard untuk saling menyapa di lingkungan kampus. Nah dengan berkembangnya waktu situs itu merajai seluruh dunia saat ini. Sama juga dengan KoKi yang dulunya hanya di Kolom Kesehatan tetapi dengan kerja keras Zev, moderator jadilah seperti saat ini. Wah kebayang deh seberapa kerja kerasnya mereka membangun KoKi hingga seperti saat ini saluuuuuut deh…..dan…… dengan seenaknya beliau-beliau itu membakarnya. Nggak bisa kah mereka menghargai kerja keras orang-orang yang telah memperjuangkan KoKi hingga dikenal sampai di 166 negara. Kebayang nggak sih kalau situs pertemanan yang sekarang merajai dunia tiba-tiba ditutup….nah lho...

Apakah beliau-beliau tidak punya hati nurani kalau KoKi dibakar berapa juta jiwa org2 diseluruh dunia berkabung. KoKiers pada sedih, murung, menangis, nggak bergairah untuk memulai segala aktifitas. Soalnya seperti ada yang hilang.

Lalu sedihku terobati begitu tahu kalau Zev and friends membangun tenda darurat untuk para KoKiers saat ini, kebayang lagi nih waktu banjir Bukit Lawang aku sempat tinggal di tenda2 darurat. Hiks..hiks..para KoKiers kayak korban bencana alam deh…tapi kami bangga dengan tenda darurat ini dan kami akan tetap bersatu Zev, kami tidak akan terpecah berai dengan adanya penyusup2 yang pengecut. Selalu semangat yah Zev untuk memperjuangkan KoKi..Doa kami selalu besertamu.

Memang harus diakui kalau KoKi lain dari yang lain, lebih keren dan tentu saja mempunyai keunikan tersendiri. Seperti di bilang JC mana ada kayak di KoKi, Cuma KoKi the only one. VIVA KOKI AND KOKI NUMBER ONE.

Komentar :

ada 50 komentar ke “VIVA KOK .... KOKI NUMBER ONE ...”
Caca Handika mengatakan...
pada hari 

Viva viva gue juga number one .......

Dewi Meong mengatakan...
pada hari 

wah gak number wan nih....kekekek, VIVA KOKI

luien mengatakan...
pada hari 

number 2....

Jon Leung mengatakan...
pada hari 

Yah gara2 lelet inetnya gak jadi kedua dech

Dewi Meong mengatakan...
pada hari 

VIVA FARVEL

VIVA KOKI

VIVA KOKIERS

he he he

sunny_day mengatakan...
pada hari 

ikutan dong ..

sunny_day mengatakan...
pada hari 

padahal belum baca nih

agnesdj mengatakan...
pada hari 

koki memang is the best...............
artikel & koko2nya yang sangat natural(apa adanya), informative, unik & tiada duanya.
hidup jadi lebih berwarna karnanya

P@sP4mPr3s mengatakan...
pada hari 

parah... baca dulu sih, mustinya komen dulu baru baca

Iwan Satyanegara Kamah mengatakan...
pada hari 

Farvel, kita tidak menangis. Kita marah. Marah karena merasa sesuatu dilakukan bukan pada tempatnya, bukan pada waktunya. Bahasa Arabnya, zholim (zalim dalam bahasa Indonesia). KoKi bukanlah yang nomor satu dan bukan yang terbaik, menurut pendapat saya. Mengapa? Karena tidak ada perbandingannya. Tidak ada situs sejenis yang sama bobotnya dengan KoKo untuk disandingkan. Kalau kita lari sendiri mencapai garis akhir, kita tidak bisa dibilang pemenang, karena tak ada lawan. Kalau menyebut KoKi paling kaya dengan ide, saya sependapat. Terima kasih tulisannya, saya jadi lebih tahu tentang bagaimana perasaan orang menghadapi kenyataan yang dialami 29 April lalu. Hanya sekedar membandingkan, bahwa yang saya rasakan juga dirasakan oleh orang lain. Adios... Nuestros cuartos don bonitos.

Juwita mengatakan...
pada hari 

Seperti yg dikatakan oleh Farvel, KoKi adalah sarana untuk menghilangkan rasa kejenuhan krn jauh dari tanah air. Entah dengan yg lainnya, namun buat saya pribadi, terus terang saya merasa kesepian hidup di negeri orang.. Jujur saya manfaatkan media seperti ini untuk menghilangkan rasa sepi ini..

Mungkin kokiers yg ada di Indonesia tidak mengalami perasaan seperti yg saya rasakan ini, namun bagi saya dan yg lainnya hidup di negeri orang pastinya sedikit banyak merasakan hal yg sama seperti dirasakan Farvel itu..

Lalu apakah salah jika saya dan yg lainnya memanfaatkan KoKi untuk kepentingan yg sifatnya pribadi ini, apakah salah??

Natya mengatakan...
pada hari 

farvel sobatku yang cantik ....
kangen berapa hari ga ngobrol2
tapi liat artikelmu jadi terobati kangenku
tetap SEMANGAT yah!

Caridaki mengatakan...
pada hari 

KOKI....NUMERU UNO.....mengobati rindu akan Indonesia

Farvel mengatakan...
pada hari 

Bingung kok hilang huruf "I" dijudulnya..hehehe.. benar yg dikatakan ---Pak Iwan Satyanegara Kamah--, Koki emang gak ada duanya jadi Koki is the only one...setuju...
Untuk --Juwita-- emang benar say..dgn ada Koki rasa sepi terobati di negeri org.
--Natya guapa-- iyah nih..aq coba curahkan perasaanku melalui artikel itu makanya gak nonggol2..aq juga kangen say..kpn kita ngobrol lg..
--mbsk dewi meong--kita semua the only one kyk diblg pak Iwan..
--sunny_day--baca dulu gih artikelnya trus kasih komen..hehehehe...
Thx yah utk semua yg sudah kasih komennya.
sekali lagi VIVA KOKI...KOKI THE ONLY ONE
salam farvel

Unknown mengatakan...
pada hari 

VIVA KOKI...KOKI THE ONLY ONE....aku salah satu yg Shock berat ketika membaca bahwa koki dibubarkan...secara HANYA KOKI LAH YG MENGERTI AKU DAN MEMUAT SEMUA TULISAN TDK BERMUTU KU...that's why I LOVE KOKI...VIVA KOKI...

Unknown mengatakan...
pada hari 

Juwita mengatakan...
pada hari
2009 Mei 8 00:32

Seperti yg dikatakan oleh Farvel, KoKi adalah sarana untuk menghilangkan rasa kejenuhan krn jauh dari tanah air. Entah dengan yg lainnya, namun buat saya pribadi, terus terang saya merasa kesepian hidup di negeri orang.. Jujur saya manfaatkan media seperti ini untuk menghilangkan rasa sepi ini..

Mungkin kokiers yg ada di Indonesia tidak mengalami perasaan seperti yg saya rasakan ini, namun bagi saya dan yg lainnya hidup di negeri orang pastinya sedikit banyak merasakan hal yg sama seperti dirasakan Farvel itu..

Lalu apakah salah jika saya dan yg lainnya memanfaatkan KoKi untuk kepentingan yg sifatnya pribadi ini, apakah salah??


SETUJU JUWI...I have couldn't agreed more...!!! love Reef fm Oz

T.Moken mengatakan...
pada hari 

Farvel, Juwita, Reef, kita senasib rupanya...

Pojok Peony mengatakan...
pada hari 

Farvel, terima kasih buat tulisannya yang bagus.. KOKI memang tak tergantikan..

Unknown mengatakan...
pada hari 

Koki emang lain daripada yang lain. saya juga baru tahu kalo saya jadi seneng nulis gara2 koki, zaman kecil nggak suka pelajaran mengarang. Dulu saya pikir bakat saya cuma biang kerok dan biang jahil buat orang disekitar saya eh ternyata bisa saya salurin jadi oret2an yang orang2 sini bilang dalangan hihihi terserah aje lah yang penting bakat gila saya bisa tersalurkan. Farvel be optimist aje say Koki setelah tergusur malahan akan mampu bangkit, maju dan berhasil, semoga yah. AMINNNNNNN.

Anak Bintang mengatakan...
pada hari 

Dear Farvel,
Kita memang orang-orang kesepian yang melampiaskan semuanya di KOKI. hehehehehe.... dulu juga ibuku silent reader, malah beliau belain baca KOKI pagi hari nunggu aku selesai make komputer.
Walau ibuku ga punya ID di KOKI, tapi ga pernah melewatkan seharipun tanpa KOKI. Tapi sekarang sih ibuku udah ga pernah nyentuh yang namanya internet, wong udah pulang dan ga kesepian lagi.

Penulis roman favorit ibuku adalah Ki Ageng, penulis bebas favorit ibuku adalah Josh Chen, yang paling ditunggu adalah artikel Bung Sam (soale seminggu sekali), penulis yang berhasil bikin ibuku nangis bombay adalah PDD berkat liputannya tentang Danau Toba...(lha, ga ada angin ga ada ujan ibuku tiba-tiba nangis minta pulang hehehehe). Bang, jangan lupa mampir, pintu rumah selalu terbuka untukmu.

Tukang masak paling hebat versi ibuku adalah Peony (katanya sih bahan-bahannya gampang didapat). Salam hormat juga untuk Kang Iwan Kamah yang udah bersusah payah menulis sisi lain di balik sejarah. Biasanya, abis baca tulisan Kang Iwan, meluncur segala nostalgia dari bibir ibuku.

Kokiers yang tereakannya paling kenceng di pagi hari tentu aja Mbak Dewi. Ingetkan mbak kadang ngeronda kita terganggu karena kompi harus dipake ibuku.

Kokiers yang komentar (bahasanya sulit dipahami ibuku) adalah LEA dan Night, upss..sorryyy...

Kokiers yang paling dikagumi ibuku adalah Pak Dhe Sirpa yang rajin nanya-nanya budaya Batak. Suatu hari ibuku bilang : Tuhan mengirimkan orang-orang baik untukku biar belajar tentang hidup terlebih budaya sendiri. ihiksss... Kalo Pak Dhe ga nanya-nanya, sampe sekarang aku mungkin ga akan pernah belajar.

Kokiers paling tangguh tentu aja Zeverina.

Dewi Meong mengatakan...
pada hari 

Aku jatuh cinta pada KOKI buat pertama kali nya karena mengandung cerita sehari hari di seluruh dunia, serasa punya teman di seluruh dunia.

Aku tidak pernah merasa kesepian ( wong ada pacar disampingnya je, juga teriakan2 anak2ku hehehe) , tapi dengan koki aku jadi lebih ceria, lebih tegar, lebih pandai (mungkin) karena membaca cerita2 dari seluruh dunia, mendengar kabar tanah air, kesedihan di tanah air membuat aku lebih mencintai RI .

GBU KOKI
GBU MAMAK Z
GBU KOKIER

AnakD3s4 mengatakan...
pada hari 

Makasih Farvel utk artikelnya
!
Pak Iwan S Kamah betul, Koki is one of its kind--gak bisa dibandingin sama yg lain. Hmmm, apa ini yg dimaksud dlm Blue Ocean Strategy ya?

Siiip, Koki is the best!

Iwan Satyanegara Kamah mengatakan...
pada hari 

Anak Desa, Blue Ocean dulunya nama klub malam di Glodok. Rame sih... Cakep2 cdeweknya Kalau yg dimaksud yg itu, wah...gak tahu saya. Terlalu serius..

Anak Bintang,...salam takzim dan hormat untuk ibumu. Kalau lihat fotonya, pasti beliau suka cerita. Telinga saya sangat baik untuk beliau bercerita. Andai saya di Napoli, saya samperin kamu AB.

KoKi untuk beberapa lama ke depan, tidak akan ada saingan dan sedihnya, kita tidak bisa bilang KoKi terbaik. Saya pernah coba buka citizen journalism di Tempo, tapi belum aktif. Detikcom tak punya, Kompas punya, tapi bergaya blog yang terlalu steril untuk orang dongo (common people). Saya yakin, KoKi akan berkembang positif, meskipun halangan dan tantangannya berkembang juga.

Tahun depan, KoKi menjadi lebih variatif. Kita tak hanya menulis, mungkin mengirimkan video bersifat berita atau feature. Dan kita harus siap-siap, KoKi mungkin akan menjadi dwi bahsa atau lebih, bila ada moderatornya. Hal ini bukan tidak mungkin, mengingat anggota KoKi tersebar di lebih 165 negara, dengan penguasaan bahasa lokal yang baik. Dan hasilnya, akan banyak iklan yang masuk.

Siap-siap, sebuah bayi raksasa akan tumbuh. Satu-satunya yang kita bisa lakukan adalah, membuat semua orang di sini merasa nyaman.

Tahun 2010 atau 2011, Zeverina akan terpilih sebagai wanita yang menjadi aspirasi bagi perkembangan jurnalisme masyarakat, entah oleh The British Council atau lembaga lain, yang melihat dia telah merintis citizen journalism di Indonesia.

Sirpa mengatakan...
pada hari 

Dewi Meong mengatakan... pada hari 2009 Mei 7 20:30
VIVA FARVEL

VIVA KOKI

VIVA KOKIERS

he he he

Sirpa mengatakan...
pada hari 

@ Iwan S Kamah :
29 April Kelabu ?
Nggak lah yaaauuuw...
Disaat itu padamnya pemberontakan Andi Azis di Makassar dikala Republik tercinta ini masih Balita.
Salam Anging Mamiri yang hangat buat bung Iwan sekeluarga

Viva KoKi !

Sirpa mengatakan...
pada hari 

@ Anak Bintang : Sampaikan tabik hormat ke Ibumu ya ... juga Happy Mother's Day ... Semoga beliau dianugerahi kesehatan yang prima oleh Yang Maha Kuasa....

Farvel mengatakan...
pada hari 

Sama mbak reef,aq juga shock bgt wktu baca pengumuman yg menyatakan kalao koki di beranguskan..sampe nangis juga..sediiiiiiih bgt deh mbak..tp kita py mamak yg semangat dan pantang menyerah,sapa lg kok bukan mamak Z...
-Nyi-sama juga bakat nulis kt bs tersalurkan yah hnya di KoKi..hanya Z yg mampu menghargainya..saluuuuuut deh. Aq akan selalu optimis say. Masak mamak bs optimis eh..aq nya gak..malu2in..deh..pasti maju dan berhasil lah KoKI..aminnnnnnnn

farvel mengatakan...
pada hari 

-AB- bnear ktmu..kt melampiaskan rasa kesepian di negeri org...aq juga dulu sprt ibu mu lho..hnya sbg pembaca saja..
Suatu hr nanti jd pengen mebt artikel ttg budaya batak yg agaknya sudah mulai dilupakan generasi muda..tapi kayaknya aq byk belajar dulu tuh..setidaknya byk2 mencari2 info dr semua kalangan komunitas batak..karena aq sendiri lahir dan besar dikota medan dan skrg tinggal jauh dinegeri org..dan lagi pula ortuku sudah lama meninggal jadi rada2 susah utk cari2 info dan aq sudah puluhan thn gak pulkam ke tanah leluhur..tp syukur aq msh bs bhs btk walaupun mgkn gak fasih2 bgt..tp setidaknya bs bekal kalao lg jl2 ke danau toba..hehehe..

salam yah sama ortumu..

-mbak Dewi meong- benar mbak kita merasa jatuh cinta sm KoKi krn disana tersaji dgn komplit,dr yg ringan ada,sejarah ada,dll..pokoknya gak ada duanya lah.

Iwan Satyanegara Kamah mengatakan...
pada hari
2009 Mei 8 22:19

Tahun depan, KoKi menjadi lebih variatif. Kita tak hanya menulis, mungkin mengirimkan video bersifat berita atau feature. Dan kita harus siap-siap, KoKi mungkin akan menjadi dwi bahsa atau lebih, bila ada moderatornya. Hal ini bukan tidak mungkin, mengingat anggota KoKi tersebar di lebih 165 negara, dengan penguasaan bahasa lokal yang baik. Dan hasilnya, akan banyak iklan yang masuk.

Siap-siap, sebuah bayi raksasa akan tumbuh. Satu-satunya yang kita bisa lakukan adalah, membuat semua orang di sini merasa nyaman.

Tahun 2010 atau 2011, Zeverina akan terpilih sebagai wanita yang menjadi aspirasi bagi perkembangan jurnalisme masyarakat, entah oleh The British Council atau lembaga lain, yang melihat dia telah merintis citizen journalism di Indonesia.

wah..wah..bahagia bgt aq mengetahuinya...

-Pak Sirpa- kita semua VIVA..thx udah mampir.

Salam drku..Farvel-Madrid

Farvel mengatakan...
pada hari 

AnakD3s4 mengatakan...
pada hari
2009 Mei 8 18:53

Makasih Farvel utk artikelnya
!
Pak Iwan S Kamah betul, Koki is one of its kind--gak bisa dibandingin sama yg lain. Hmmm, apa ini yg dimaksud dlm Blue Ocean Strategy ya?

Siiip, Koki is the best!

setujuuuuuuuu...thx udah mampir dan meluangkan wkt utk membaca artikelku...salam

Farvel mengatakan...
pada hari 

Thx buat mamak Z yg telah memuat artikelku ini...selalu semangat yah Z...dan sekali lg thx bt:CacaHandika,mbakDewiMeong,
luien,Jl,sunny_day,agnesdj,P@sP4mPr3s,Iwan Satyanegara Kamah mengatakan,Juwita,Natya KGB,Caridaki,Reef,T.Moken,Pawon Peony,Nyi,AB,AnakD3s4 dan Pak Sirpa...thx sudah mampir dan meluangkan wktunya utk membaca artikelku dan memberi komen disini..
ViVA KOKI::KOKI THE ONLY ONE..

Salam drku..Farvel-Madrid.

Anak Bintang mengatakan...
pada hari 

Pak Dhe, salam balik dari ibuku, beliau masih inget kok sama Pak Dhe. Barusan pas mau keluar rumah, mau kebaktian pagi. Katanya, sehat-sehat selalu ya. hehehehhe...

Kang Iwang, udah 2 bulan ibuku tinggal di Bandung, katanya jadi GR dapet salam dari penulis favoritnya. Ntar kalo Kang Iwan nulis lagi tentang Sukarno, ibuku mau pergi ke warnet. hihihihi....

Farvel, jangan lupa mampir ya kalo ke Italia.

Iwan Satyanegara Kamah mengatakan...
pada hari 

Oh ya? Sampai sebegitunya... Salam takzim buat Ibu Megayani... Salam sayang dari saya...

Iwan Satyanegara Kamah mengatakan...
pada hari 

KoKi senior...Bocah Tua Nakal itu siapa ya? Mau tahu aja saya... Apa saya yang akan cari dia sendiri? Kalau itu terjadi, hanya Tuhan yang tahu. Mohon pencerahan, terutama dari Bung Sirpa.

Sirpa mengatakan...
pada hari 

@ Iwan S Kamah:
Saya telah melakukan penelusuran dan dibantu dari pihak Interpol, dari penelusuran tersebut kami mendapatkan data-data jika ID Bocah Tua Nakal bukan berasal dari Indonesia.

Alexa mengatakan...
pada hari 

@Iwan S Kamah: sesuai dgn yg dinfokan oleh rekan fatso- BTN dgn ID angka belakang 30 adalah palsu krn BTN asli ID belakangnya 18.
Tidak tau maksudnya apa...komennya sll memancing di air keruh.

Iwan Satyanegara Kamah mengatakan...
pada hari 

Terima kasih Bung Sirpa dan Alexa. Saya hanya menghindari tuduhan para KoKier, bahwa saya hanya membuat kekacauan di ruang komentar. Setahu saya, Bocah Tua Nakal adalah KoKi senior. Sedangkan saya pendatang baru. Etikanya, pendatang baru harus punya etika di dalam rumah orang. Terima kasih.

Linda PT mengatakan...
pada hari 

hola Farvel.

Si, VIVA KoKi para siempre!

Linda PT
lindacheang (google)

Iwan Satyanegara Kamah mengatakan...
pada hari 

Maaf Anonim. Saya pendatang baru. Anda mungkin senior KoKi ya? Atau memang si BTN. Perlihatkan identitasmu, jangan jadi mahluk penakut, agar kita bisa berkelahi di luar KoKi. Anda bisa tahu siapa saya dari dunia maya, tapi saya tak bisa tahu siapa Anda, karena Anda memang bukan apa-apa. Saya tak biasa dengan orang tidak beridentitas. Atau saya akan cari Anda. Dan memusnahkan Anda. Pilih mana?

TwinsMom mengatakan...
pada hari 

Anak Bintang, Emakmu lagi ditempatmu? bersyukur deh kamu, beliau sehat dan masih bisa jalan2 :) my mom died 3 bulan stlh pulang ke Indonesia, dari tempatku..yah Kanker "mengalahkan" my Emak :(

T.Moken mengatakan...
pada hari 

Iwan Kamah lebih lama dari BTN yang sebenarnya (maksud sya yang ada lagu genjer-genjer).

Iwan Satyanegara Kamah mengatakan...
pada hari 

Terima kasih my T. Moken. Kebetulan sekali saya sudah tahu informasi identitas Anonim atau Bocah Tua Nakal (palsu). Dia menjadi "mainan" baru saya. Sudah lama tidak melakukan perburuan. Salam.

Iwan Satyanegara Kamah mengatakan...
pada hari 

Koiers, setelah dilakukan perburuan yang cukup melelahkan akhirnya saya bersama team berhasil menemukan pelaku yang menggunakan ID Bocah Tua Nakal. Saat ini yang bersangkutan ada dalam pengawasan saya dan tiap malam saya melakukan "permainan" dengan dia.

T.Moken mengatakan...
pada hari 

Kepada Pemalsu nama saya (T.Moken yang I), saya tdk pernah mem-beo pendapat orang.

Josh Chen mengatakan...
pada hari 

Farvel: wwuuuuuaaaa....bener banget dah itu....

Anak Bintang: duh, segitunya ya...salam hormat dan salam kenal buat Ibunda ya...terima kasih meluangkan waktu membaca tulisanku yang amburadul gitu....

Iwan Satyanegara Kamah mengatakan...
pada hari 

Hahaha... sebelumnya "dia" memakai Bocah Tua Nakal, lalu Anonim, sekarang pakai nama saya. Gaya bahasanya itu lho, mau dimirip-miripin saya. Tak akan bisa. Tak seorangpun di dunia ini, bisa menirukan gaya saya menulis apapun. Tidak akan ada.

Anak Bintang, ibumu di Bandung tinggal di daerah mana? Siapa tahu, kalau saya ke Bandung, bisa menemuinya. Paling tidak bertemu muka. Lebih baik lagi kalau bisa ngobrol semenit saja dengan beliau. Minggu lalu saya sempat bertemu sunrise cuma 3 menit di Bandung. Dia sahabat kamu.

Salam takzim untuk ibundamu ya... Dari saya.
Iwan Kamah.

L.Hendranata mengatakan...
pada hari 

Frvel, KOKI memang punya ciri khas.! ditempat lain kita sebagai penulis tdk perlu siap mental untuk dapat komen yg bikin jantung berayun lbh keras (sport jantung). tapi di KOKI keasyikan (kegembiraan) didapat krn banyaknya komentar yg diberikan pada tulisan kita, benar Alexa tulis, tanpa komentar, rumah KOKI seperti berjalan dikuburan, sepiiiiiii sekali hahahaa, itulah kenapa pembaca dan penulis betah di KOKI, dan Zev sebagai moderator sangat bagus "selera" nya dalam memilih artikel yg ditayangkan berikut foto2 ilustrasinya yang sangat pas menjadikan sebuah tulisan sederhana menjadi indah dipandang dan diserapi.
salam hangat Zeverina dan semua kokiers 'beneran' (krn disini skg banyak kokiers gadungan yg memakai nick kokier)

L.Hendranata mengatakan...
pada hari 

bingung...??? kenapa komen saya tdk muncul.?

Anonim mengatakan...
pada hari 

Iwan kamah - BTN tiap malam ber asyik masyuk..??
Tak kusangka...tak kuduga...ternyata kalian...qiqiqiqi..

Farvel mengatakan...
pada hari 

Heran yah..lihat org2 yg pada memalsukn ID kokiers..apa gak py kerjaan yg lebih kreatif apa?????krim artikel misalnya ttg penyamarannya..wkakakaka...terus dijelaskan apa2 saja maksud dan tujuannya...trus..apa yg telah didpt dr penyamaran itu...wkakaka..kan asyik bs sharing disini...tp maunya di akhir cerita diceritakan akhirnya bertobat gitu..pasti asyik..yah gak KoKiers??? yg asli mksdnya...

-AB- Km di Italy dimana?

-Linda PT..ember VIVA KoKi para siempre..hablas espaƱol??

-JC- KoKi the only one.

-Srikandi- kita semua setuju kalau KoKi emang unik dan lain dr yg lain...

Utk semua para KoKiers yg asli (minjam kt srikandi) VIVA KoKi..VIVA KoKiers...

Thx udah mampir dan membacanya

Salam..Farvel

Iwan Setyanegara Kamah mengatakan...
pada hari 

Anonim, hati-hati dengan ucapan anda. Janganlah anda menuduh bahwa saya dengan BTN sepasang gay.

Posting Komentar

 

Bilik Gemuruh (Chatroom)

Pelajaran SMP

Kokiers

HEADLINE NEWS
pengunjung sejak 29 April 09

Greeting